Senin, 27 April 2015

teknologi anti laser

Teknologi Anti Laser


VIVAnews - Laser, teknologi ‘usang’ yang sudah berusia 50 tahun kini jamak digunakan di berbagai perangkat, mulai dari CD sampai ke pointer yang biasa digunakan untuk presentasi. Kini, teknologi itu menghadapi lawannya, yakni antilaser. Perangkat antilaser akan mampu menangkap dan membatalkan sinar laser yang sudah dipancarkan. Menurut Douglas Stone, peneliti asal Yale University, Amerika Serikat, meski perangkat seperti itu kemungkinan hanya cocok untuk film-film fiksi ilmiah, namun dalam dunia nyata, penggunaan yang paling memungkinkan dari teknologi antilaser adalah di dunia komputer, khususnya drive optik. “Ke depannya, cara kerja perangkat ini adalah seperti memancarkan laser secara terbalik,” kata Stone, seperti dikutip dari Phbeta, 30 Juli 2011.

Stone menyebutkan, meski laser membutuhkan energi listrik dan memancarkan sinar dalam pita frekuensi yang cukup sempit, antilaser yang diciptakannya mengambil sinar laser dan mentransformasikannya menjadi energi panas. Akan tetapi energi ini juga dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Laser konvensional, yang ditemukan pada tahun 1960, menggunakan apa yang disebut dengan ‘gain medium’ misalnya material semikonduktor untuk membuat pancaran gelombang cahaya yang fokus. Adapun perangkat yang dibuat Stone menggunakan silikon sebagai penyerap ‘loss medium’ yang menangkap gelombang sinar itu yang akan membuatnya memantul-mantul hingga mereka dikonversikan menjadi panas. Dan meskipun teknologi yang ditemukan Stone tampak menarik, antilaser yang ia buat tidaklah ditujukan sebagai pelindung laser. “Ini merupakan cara untuk menyerap laser. Berbeda dengan pistol laser yang jika ia digunakan untuk membunuh, sinar lasernya tetap akan membunuh targetnya,” ucapnya.
Menurut Stone, penggunaan yang paling memungkinkan untuk teknologinya adalah di bidang komputer. “Komputer kinerja tinggi masa depan akan memiliki chip hybrid,” ucapnya. “Bukannya memiliki chip dengan transistor dan silikon, komputer masa depan akan menggunakan energi listrik dan cahaya,” ucap Stone. Stone menyebutkan, perangkat dengan antilaser juga bisa digunakan sebagai sakelar optik yang bisa dinyala-matikan kapanpun diinginkan.
sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/236951-antilaser--teknologi-komputer-masa-depan

photodetektor

Detektor optik sebagai salah satu komponen sistem optoelektronika digunakan untuk menagkap sinyal intensitas yang dikirim sumber cahaya lewat media transmisi. Detektor berfungsi mentranformasi besaran intensitas cahaya menjadi besaran yang lain, seperti besaran listrik. Bedasarkan pada penyebab perubahan besaran intensitas cahaya menjadi besaran listrik, maka detector dibagi menjadi dua, yaitu :


a.       Piranti Termal (detektor termal)
b.      Piranti Photon (detektor photon)
Pada piranti termal, absorsi cahaya oleh bagian dari piranti yang sensitive terhadap cahaya (photosensitif) meningkatkan temperatur (konduktivitas listrik). keluaran detector termal sebanding dengan jumlah energi yang diserap per-satuan waktu oleh detector. Proses absorpsi pada detektor photon, menyebabkan secara langsung pada paramenter kuantum (emisi photo-listrik elektron dari permukaan). Keluaran detektor ditunjukkan oleh laju absorpsi quonta cahaya dan bukan pada energinya. Beberapa perbedaan sifat detektor termal dan detektor photon ditunjukkan pada tabel dibawah inin :
Tabel perbandingan paramenter detektor temal dan dekektor photon
No
Paramenter
Detektor Termal
Detektor Photon
1
Frekuensi Response
Rendah
Tinggi
2
Spektal Responsi
Lebar (konstan)
Terbatas
3
Sensivitas
Rendah
Tinggi
4
Temperatur
Operasional
Kamar
Cryogonik
5
Harga
Ekonomis
Mahal
a.       Detektor Termal
Detektor termal merupakan jenis detektor yang paling tua untuk penginderaan (sensing) radiasi. Pertama kali dibuat oleh Sir William Herschel, ketika menggunakan thermometer untk mengukur radiasi inframerah dengan menggunakan prisma pada tahun 1800. Pada waktu yang sama Seoback (1825) menemukan termokopel, dan Noblll (1829) membuat termoplle dari sederetan termokopel.
Model detektor termal secara umum. Radiasi diserap oleh elemen sensing dengan kapasitas panas H, dan dihubungkan dengan heat sink (Ts = konstan) melalui heat conducting link berkonduktansi termal G. Bila laju absorpsi panas (heat) W, maka jumlah panas yang diserap selama interval waktu t adalah Wt.
Detektor termal dapat dibagi menjadi 3 tipe, yakni :
1.      Detektor termal berdasarkan pada pergeseran mekanik, seperti
Ø  Cairan dalam thermometer glas
Ø  Bimental strip
Ø  Radiometer Croohe’s
Ø  Golay Cell
2.      Detektor elektrik, contohnya
Ø  Bolometer
Ø  Termokopel (thermopile)
Ø  Pyroelektrik
3.      Detektor jenis lainnya, seperti
Ø  Evapografi

modulator optik

Modulator optik berfungsi memodulasi cahaya dengan cara mengubah-ubah amplitude, frikuensi, fasa, atau intensitas cahaya sehingga mampu membawa sinyal info. Berdasarkan tempat terjadinya modulasi, ada 2 macam modulasi optik, sehingga dengan sendirinya ada 2 macam modulator, yaitu modulator internal (internal modulator) dan modulator eksternal (external modulator). Modulator internal memodulasi cahaya di dalam perangkat sumber cahayanya, sedangkan modulator eksternal memodulasi cahaya di luar perangkat sumber cahayanya. Berdasarkan interaksi antara sinyal masukan dengan media interaksi optik, maka terdapat tiga jenis modulator ekstern yaitu elektro-optik, magneto-optik, dan akusto-optik. Tetapi di dalam Tugas Akhir ini dibatasi hanya menggunakan modulator elektro-optik tepatnya interferometer Mach Zehnder sebagai pemodulasi cahaya.



Modulator Internal (Sumber Cahaya)


Ada dua sumber cahaya yang dikenal dalam komunikasi optik: Light Emitting Diode (LED) dan Illuminating Laser Diode (ILD) yang lebih sering disebut laser. Perbandingan karakteristik LED dan LASER:


a. Light Emitting Diode (LED):
1.      Daya optik keluaran rendah.
2.       Penguatan cahaya tidak ada.
3.      Stabil terhadap suhu.
4.      Disipasi panas kecil.
5.      Arus pacu kecil.
6.      Lifetime lebih sedikit.
7.      Tidak compatible dengan fiber optik single mode sehingga tidak cocok untuk komunikasi jarak jauh (long haul).


b. Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation (LASER):
1. Daya optik keluaran besar.
2. Terdapat penguatan cahaya.
3. Kurang stabil terhadap suhu.
4. Disipasi panas besar.
5. Arus pacu besar.
6. Lifetime lebih lama.
7. Kompatible dengan fiber optik jenis single mode sehingga sangat cocok digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Dari perbandingan karakteristik di atas, maka diperoleh bahwa LASER mempunyai kriteria yang lebih baik dan lebih cocok untuk sistem yang digunakan daripada LED sebagai sumber cahaya.


Modulator Eksternal

Modulator eksternal yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah elektro-optik yang memanfaatkan interaksi sinyal elektrik dengan media interaksi. Interaksi yang terjadi pada elektro-optik ini adalah terjadinya perubahan indek bias media interaksi akibat pengaruh medan elektrik yang diberikan kepada media interaksi tersebut. Jika medan elektrik diberikan kepada media interaksi optik maka distribusi elektron pada media interaksi akan terdistorsi dan terpolarisasi sehingga menyebabkan indeks bias media interaksi berubah secara isotropik sehingga akan mengubah karakteristik pandu gelombang optik atau karakteristik media interaksi. Dengan berubahnya karakteristik tersebut maka mode perambatan berkas akan berubah baik berupa perubahan fasa ataupun panjang gelombang. Pengaruh medan elektrik pada perubahan indeks bias media interaksi menghasilkan dua macam interaksi elektro-optik yaitu : Efek Pockels yang merupakan efek linier elektro-optik pada media interaksi zat padat. Efek Kerr yang merupakan efek kuadrat elektro-optik pada media interaksi yang umumnya berupa zat cair.

lensa kontak pintar untuk kesehatan

novasi di Industri Kesehatan: Novartis dan Google Kembangkan Lensa Kontak Pintar

Sumber Photo: Getty Images
Novartis AG dan Google Inc bekerja sama mengembangkan lensa kontak pintar yang mampu memonitor level gula dalam darah. Lensa itu juga memakai metode baru untuk mengoreksi daya pandang mata.

Pada Senin (14/7/2014), kedua perusahaan mengatakan divisi perawatan mata Novartis, Alcon, akan melisensi dan menjual teknologi “lensa pintar” yang dirancang Google,sebuah tim pengembang yang merupakan bagian dari perusahaan raksasa mesin pencari tersebut. Namun, detail berapa banyak biaya yang dihabiskan untuk proyek ini, tidak disebutkan.

Lensa kontak pintar yang dikenalkan Google pada Januari itu adalah satu dari sekian teknologi yang dikenakan (wearable) yang dipakai untuk memonitor kesehatan dan kebugaran. Bulan lalu, Google merilis platform Google Fit untuk melacak patokan kesehatan seseorang, seperti pola tidur olahraga. Google Fit dipakai di peranti yang memakai sistem operasi mobile Android buatannya. Dan Apple Inc pun juga telah merilis platform serupa bernama HelathKit.
Lensa kontak ini mengandung sensor sangat kecil yang menyampaikan data glukosa dalam air mata lewat antenna yang juga sangat kecil. Dalam rilisan pers awal tahun ini, Google mengatakan elemen elektronik dalam lensa “sangat kecil hingga terlihat glitter”. Antenanya juga lebih tipis dari rambut manusia.

CEO Novartis, Joe Jimenez, mengatakan langkah perusahaannya berkiprah dalam teknologi kesehatan dapat dikenalkan, seperti lensa pintar ini, sebagai bagian dari tren yang lebih luas agar pasien terlibat dalam perawatan kesehatannya sendiri. Teknologi semacam itu berpotensi menekan biaya perawatan penyakit kronis.

“Ini menjadi area pertumbuhan sangat penting di masa depan,” kata Jimenez dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan teknologi lensa pintar berpotensi menjadi “sumber pendapatan besar” bagi Novartis.

Pemantauan level glukosa lewat lensa kontak lebih mudah dan komprehensif dari teknik yang dipakai sekarang. Saat ini, level gula dalam darah dapat diukur lewat tetesan darah dari jari penderita diabetes.
Sekitar 382 juta orang – satu dari 19 orang di seluruh dunia menderita diabetes, penyakit yang membuat tubuh tak mampu mengolah gula. Biasanya penyakit ini disebabkan karena level insulin yang tak memadai atau tak dihasilkan sama sekali.
Jimenez mengatakan lensa kontak pintar juga dapat mengoreksi kelainan dalam daya pandang seseorang. Metodenya serupa dengan lensa pada kamera dalam mode autofokus.
Novartis berharap mewujudkan purwarupa lensa pada awal 2015 guna ditinjau untuk riset dan pengembangan.

sumber: Wallstreetjournal
http://shiftindonesia.com/inovasi-di-industri-kesehatan-novartis-dan-google-kembangkan-lensa-kontak-pintar/

internet fiber optik

Internet Fiber Optik 
Apa itu internet fiber optik (fiber optic) ?
Fiber optik internet adalah layanan internet yang menggunakan jaringan kabel fiber optik (fiber optic) dengan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar hingga mencapai gigabit dan kualitas koneksi jaringan dijamin hingga 99,9%. Dengan memanfaatkan jaringan fiber optik (fiber optic), layanan ini sesuai bagi perusahaan yang menerapkan berbagai aplikasi bisnis yang menggunakankan internet fiber optik (fiber optic), seperti aplikasi keuangan via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi database online via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi SAP via internet fiber optik (fiber optic) dan aplikasi online lainnya via internet fiber optik (fiber optic). 

Layanan via internet fiber optik (fiber optic) ini dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa provider jaringan besar dan menjangkau lebih dari ribuan gedung perkantoran di seluruh dunia serta jalur utama kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.

Apa keuntungan layanan via internet fiber optik (fiber optic) ?
Unlimited Internet Access via internet fiber optik (fiber optic). Akses internet tanpa batas dapat dinikmati selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu via internet fiber optik (fiber optic). High speed and reliability. Layanan internet berkecepatan tinggi dengan kualitas jaringan yang lebih stabil sehingga tingkat gangguan dapat diminimalisir. Kecepatan yang tetap (dedicated) dengan ratio 1:1 untuk kegiatan pengunduhan (download) dan upload data via internet fiber optik (fiber optic). Response time yang sangat kecil ( ping time ) sehingga akan sangat cocok digunakan untuk aplikasi game online via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi streaming via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi donwload via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi keuangan online via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi database online via internet fiber optik (fiber optic), email dan web server via internet fiber optik (fiber optic).

Apakah bisa di customized bandwidth via internet fiber optik (fiber optic) ?
Berbagai macam pilihan paket layanan 1 Static IP dengan tingkat kecepatan akses via internet fiber optik (fiber optic) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Paket layanan juga dapat di-upgrade maupun sebaliknya di-downgrade sesuai permintaan pelanggan tanpa dikenakan biaya tambahan dengan proses waktu kurang dari 1 x 24 jam.

Apakah internet fiber optik (fiber optic) weatherproof ?
Layanan via internet fiber optik (fiber optic) biasanya bebas dari gangguan cuaca karena menggunakan media kabel serat fiber optik (fiber optic) yang ditanam dalam tanah.

Apakah internet fiber optik (fiber optic) bisa di extensive coverage ?
Dengan daya jangkau jaringan yang lebih luas, layanan via internet fiber optik (fiber optic) mencapai seluruh kota-kota besar di dunia.
How Fiber Optic Work :
Fiber optic (fiber optik) communication using fiber optic cable (kabel fiber optik) is
a method of transmitting information from one place to another by sending pulses of light through an fiber optic "fiber optik" (fiber optic cable signal). The light of fiber optic cable (kabel fiber optik) forms an electromagnetic carrier wave that is modulated to carry information through fiber optic cable (kabel fiber optik). Fiber optic cable (kabel fiber optik is first developed in the 1970s, fiber optic cable (kabel fiber optik) communication systems have revolutionized the telecommunications industry and have played a major role in the advent of the Information Age in over the world. Because of fiber optic cable (kabel fiber  optik) advantages over electrical transmission, fiber optic cables (kabel fiber optik) have largely replaced copper wire (kabel UTP) communications in core networks in the developed networking communication of fiber optic (fiber optik) the world.

The process of communicating using fiber optic cable (kabel fiber optik) involves the following basic steps of fiber optic (fiber optik) : Creating fiber optic (fiber optik) signal involving the use of a transmitter, relaying the signal along the fiber optic cable (kabel fiber optik), ensuring that the signal of fiber optic cable (kabel fiber optik) does not become too distorted or weak, receiving the fiber optic (fiber optik) signal, and converting fiber optic (fiber optik) into an electrical signal.

Connector Fiber Optic :
Pada fiber optic, konektor kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber terdiri beberapa jenis-jenis, yaitu konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber tipe ST, konektor fiber optic (fiber optik) tipe SC, konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber tipe FC, konektor fiber optic (fiber optik) tipe LC, konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber tipe SMA. Konektor fiber optic (fiber optik) tipe ST dan konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber tipe SC adalah 2 jenis konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber yang paling banyak digunakan untuk koneksi fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber OTB. Konektor fiber optic (fiber optik) ST dan konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber SC adalah dua jenis konektor dimana konektor fiber optic (fiber optik) SC berbentuk lingkaran dan konektor fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber SC berbentuk persegi. Dalam aplikasi di industri, penggunaan kabel fiber optic (fiber optik) ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan karena perangkat untuk kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber jenis single mode sangat berbeda dengan perangkat untuk kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber multimode.

Instalasi Fiber Optic (fiber optik) :
Ukuran kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber terdiri dari dua jenis, yaitu kabel fiber optic (fiber optik) single mode dengan diameter ukuran 5Mikron, 9 Mikron atau 10Mikron dan kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber multi mode dengan diameter berukuran 50Mikron atau 62.5Mikron. Jadi sebagaimana diketahui, kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa kabel fiber optic (fiber optik) dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan rack kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinyal sinar dalam jarak yang sangat jauh.

Penyambungan fiber optic :
Penyambungan fiber optic dimungkinkan karena adanya kombinasi antara komponen kabel fiber optic (fiber optik) dan elektronik serta penggunaan cahaya dari kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber itu sendiri telah ikut meningkatkan kinerja kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber FO itu sendiri. Saat ini koneksi telepon internasional dan nasional telah menggunakan media kabel fiber optic (fiber optik). Tak lama lagi kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber FO akan merubah cara kita menonton TV, menerima dan menggunakan informasi. Konsep memanfaatkan cahaya kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber sebagai suatu alat komunikasi modern dimulai akhir abad ke-19 ketika Alexander Graham Bell pada tahun 1880 merepresentasikan dan mematenkan penemuannya yang menggunakan cahaya dari kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber sebagai pentransmit  suara. Alat tersebut dikenal dengan photophone, menggunakan cahaya dan perangkat sensitif cahaya sebagai penerima dan menyiarkannya kembali dengan
mereproduksi suara manusia.

Splicing dan Transmisi Fiber Optic (fiber optik) :
Dalam transmisi kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber, secercah cahaya merupakan sinyal optikal, digunakan sebagai alat yang membawa informasi. Baik yang berbentuk analog ataupun digital. Dalam pengoperasiannya, cahaya dilepaskan ke dalam kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber yang terdiri dari dua lapisan yaitu bagian inti dan bagian luar. Cahaya berjalan di sepanjang serat kabel fiber optic (fiber optik) atau kabel fiber melalui serangkaian refleksi yang terjadi dimana bagian itin dan bagian luar bertemu. Ketika cahaya mencapai bagian akhir dari saluran, cahaya kemudian dijemput oleh receiver yang sensitif cahaya, dan setelah serangkain langkah, sinyal original tereproduksi.

Sebagai sebuah penemuan tekbologi, fiber optik mempunyai keuntungan dan kerugian :
Berikut adalah keuntungan dari fiber optik (fiber optic) :
Dibandingkan dengan sistem komunikasi jenis lain, cahaya yang merupakan pembawa informasi dalam sistem fiber optik (fiber optic), dapat mengakomodasi banyak volum informasi. Transmisi dalam kisaran giga-plus (billion bits per second). Satu kabel 0,75 inchi dapat menggantikan 20 kabel coaxial 3.5 inchi konvensional. Kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber kebal terhadap elektromagnet dan interferensi radio. Karena cahaya kiabel fiber optic (fiber optik) digunakan untuk menyampaikan informasi, saluran komunikasi yang berdekatan tidak akan dapat mempengaruhi transmisi. Saluran kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber FO menawarkan tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari pada sistem konvensional. Hal ini membuat saluran kabel fiber optik (fiber optic) FO sulit untuk disadap dan saluran ini tidak mengeluarkan gelombang radiasi. Informasi dapat disiarkan ulang dengan jangkauan jarak yang jauh tanpa pengulangan. Generasi baru dari LD dan kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber komplemen, sama halnya dengan penangkap yang sensitif,dapat me-relay dengan jarak jauh tanpa pengulangan. Sebuah saluran kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber adalah bernilai saat aset dalam keadaan premium, contohnya saluran pipa dalam gedung dapat digunakan sebagai tempat pembawa kabel. Karena kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber kecil maka biasanya kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber mudah untuk ditempatkan

Cable fiber optic (kabel fiber optik) atau kabel fiber :
Semua jenis kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber ini, baik kabel fiber optik (fiber optic) single mode maupun kabel fiber optic multi mode dipergunakan sesuai dengan kebutuhan aplikasi di lapangan. Cahaya kabel fiber optik (fiber optic) yang ada di dalam fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi kabel fiber optic (fiber optik) sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi atau untuk transmisi data maupun suara.

Perkembangan teknologi kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber saat ini, telah dapat menghasilkan kabel fiber optic (fiber optik) dengan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber dalam mengirim atau mentransmisikan data dan suara menjadi lebih banyak dan lebih cepat dibandingan dengan penggunaan kabel tembaga utp cable. Dengan demikian kabel fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber sangat sesuai digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi jarak jauh. Pada prinsipnya kabel fiber optik (fiber optic) memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya.

Efisiensi dari fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun fiber optik (fiber optic) yang berupa gelas/kaca. Semakin murni bahan fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber serupa kaca atau gelas tersebut, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh kabel fiber optik (fiber optic).

Sejak jaman dahulu kala, penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan, dan baru mulai tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber. Percobaan fiber optik (fiber optic) ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil fiber optik (fiber optic) yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun fiber optik (fiber optic) tersebut harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya fiber optik (fiber optic) adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe fiber optik (fiber optic) yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti fiber optik (fiber optic) yang dibungkus oleh gelas fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber sambil mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya.

Dan kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber ditemukan. Laser fiber optik (fiber optic) beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber. Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber dalam jarak 1 km, sinar laser fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter. Sekitar tahun 60-an ditemukan fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya fiber optik (fiber optic) yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik. Seperti halnya laser, fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya fiber optik (fiber optic), fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, fiber optik (fiber optic) atau kabel fiber mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km