Senin, 27 April 2015

robot ilmuan bantu buat obat baru

Robot Ilmuwan Bantu Buat Obat Baru


Universitas Manchester bermitra bersama robot untuk menemukan senyawa yang bisa mungkin bisa mengobati penyakit malaria dan penyakit tropis lainnya.


Robot Ilmuwan bernama Eve (University of Manchester) 
Robot sudah menjadi mitra di laboratorium. Di Universitas Manchester di Inggris, robot ilmuwan bernama Eve menemukan senyawa yang diketahui mempunyai kandungan anti-kanker yang juga bisa digunakan untuk mengembangkan obat malaria dan penyakit tropis lainnya.

Eve mengikuti jejak Adam, robot ilmuwan yang dibuat oleh Laboratorium Otomasi universitas tersebut pada tahun 2009 untuk melakukan riset. Adam dan Eve tidak kelihatan seperti manusia. Mereka berbentuk persegi dan ukurannya sebesar mobil. Mereka punya kualitas mesin robot yang mungkin Anda pernah lihat di pabrik otomotif.
Pemimpin tim Ross King mengatakan Adam melahirkan penemuan di bidang yeast, jamur yang digunakan dalam biologi sebagai model sel manusia.
“Adam mengambil hipotesis terhadap fungsi tertentu gen yang ada di dalam yeast dan menguji hipotesis ini melalui eksperimen dan mengkonfirmasinya," ujarnya. "Jadi Adam mengambil hipotesis dan mengkonfirmasi pengetahuan  ilmiah baru.”
Ini adalah yang pertama untuk robot. Keberhasilan Adam menjadi dasar bagi Eve. Misi sains Eve berfokus pada penyakit tropis dan penyakit langka, yang mengambil hidup jutaan orang dan menginfeksi jutaan lainnya. King mengatakan kondisi ini dihiraukan karena pada umumnya perkembangan obat lambat dan memakan biaya besar. Dibutuhkan satu dekade atau lebih untuk bisa memasarkan obat baru, dan biayanya sekitar 1 juta dollar. Pabrik obat kemungkinan tidak mendapatkan keuntungan dari investasi itu.

Eve belajar dari keberhasilannya
King mengatakan Universitas Manchester mengembangkan alat tes yang murah, tes yang menandakan apakah satu bahan kimia bisa menjadi obat yang bagus, dan menugaskan Eve untuk melakukan penelitian.
“Cara kerja konvensionalnya adalah menggunakan robot dan koleksi obat-obatan yang banyak," ujarnya. "Mengetes setiap senyawa yang sedang diuji coba. Jadi catatan tentang suatu senyawa diambil sejak awal dan terus berlanjut sampai selesai, kemudian berhenti. Prosesnya tidak terlalu cerdas. Robot tidak mempelajari apapun ketika uji coba sedang berjalan, walaupun sudah mengetes jutaan senyawa, tetap tidak tahu apa yang akan terjadi ketika menguji coba senyawa baru."
Ini bedanya Eve dengan robot lainnya. Robot ini mempelajarinya ketika melakukan uji coba, King menjelaskan, "agar ia kemudian bisa mengeliminasi senyawa yang tidak bagus dan hanya menguji coba senyawa yang mempunyai probabilitas paling tinggi untuk berguna.”
Itu cara Eve secara tidak sengaja menemukan senyawa yang mungkin bisa mengobati malaria dan penyakit tropis lainnya.

Mempercepat dan mengurangi biaya pengembangan obat
King berharap proses ini bisa sepenuhnya menjadi otomatis, dimana robot melakukan tes dan meyintesis zat kimia baru. Ia menekankan bahwa walaupun robot sudah menjadi mitra di laboratorium, manusia tetap memegang kendali.
“Manusia berpikir strategis tentang apa yang penting untuk dikerjakan, dan mengatur pengetahuan dasar dan struktur proses," ujarnya.


Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/robot-ilmuwan-bantu-buat-obat-baru/2630316.html

alat ukur transmisi optik

Dalam pengukuran karakteristik optik digunakan alat ukur OTDR(Optical Time Domain Reflectometer) dan Power Meter yang duraikan sebagai berikut:
1.  OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)
OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan gambar secara visual karakteristik dari redaman sebuah fiber dalam suatu jaringan. Selain itu, OTDR merupakan alat untuk menentukan lokasi dari fiber optik yang terputus dan juga dapat digunakan untuk menentukan rugi-rugi (loss) pada tiap sambungan atau konektor.  Pada intinya OTDR memiliki 4 fungsi utama, yaitu :
1. Dapat menentukan jarak lokasi pada jaringan yang patah.
2. Dapat menentukan loss dari setiap splice atau total end to end loss.
3. Dapat menentukan redaman serat sepanjang link.
4. Dapat melihat refleksi dari sebuah event seperti sebuah konektor


Prinsip kerja OTDR adalah dengan mengirimkan pulsa cahaya ke serat optik berupa sinar laser sampai ke ujung core yang kita ukur. Cahaya yang dikirimkan sebagian dipantulkan kembali ke OTDR, hal tersebut terjadi karena ketidakmurnian dan ketidaksempurnaan serat optik sehingga menyebabkan refleksi sepanjang serat 
dari gambar dapat dijelaskan prinsip kerja dari OTDR. Pulsa generator membangkitkan sebuah pulsa elektrik yang diubah menjadi pulsa optik oleh laser diode. Pulsa tersebut diteruskan ke kabel optik melalui sebuah optical directional coupler. Pulsa tersebut akan dipantulkan kembali dan jika terjadi perubahanpada kabel (EVENT), yang disebabkan oleh adanya splicing (sambungan) pada kabel, konektor, microbending (kabel putus). Pulsa balik tersebut diterima kembali oleh optical directional coupler dan diteruskan ke photodiode yang mengubah kembali menjadi pulsa listrik. Pulsa tersebut diukur besarnya dan ditampilkan di layar display. Lamanya waktu antara pulsa yang dibangkitkan dan pulsa yang diterima akan diukur dan dapat dikonversikan menjadi jarak antara pesawat OTDR dengan EVENT tersebut (splicing, konektor, ujung kabel dan lain – lain).
Beberapa fungsi yang dapat dilakukan oleh OTDR yaitu :
1. Mengukur Loss per satuan panjang
Loss Pada saat Instalasi serat optik mengasumsikan redaman serat optik tertentu dalam loss persatuan panjang. OTDR dapat mengukur redaman sebelum dan setelah instalasi sehingga dapat memeriksa adanya ketidaknormalan seperti bengkokan (bend) atau beban yang tidak diinginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
X[dBW] = A [dB] . α .L [dB]
dimana :
X = Besarnya daya untuk jarak L
A = Daya awal yang diberikan OTDR ke serat optik untuk OTDR mini, Amax adalah 31 dBw
α = Redaman (dB/km)
L = Panjang
Sehingga dengan membaca grafik X dan L, akan didapat α (redaman), dan dengan membandiingkannya dengan loss budget akan dapat disimpulkan apakah telah terjadi ketidaknormalan.
 2. Mengevaluasi sambungan dan konektor
Pada saat instalasi OTDR dapat memastikan apakah redaman sambungan dan konektor masih berada dalam batas yang diperbolehkan.
3. Fault Location
Fault seperti letaknya serat optik atau sambungan dapat saat atau setelah instalasi, OTDR dapat menunjukkan lokasi faultnya atau ketidaknormalan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat jarak terjadinya end of fiber pada OTDR, jika kurang dari jarak sebenarnya maka pada jarak tersebut terjadi kebocoran/ keretakan (asumsi set OTDR benar). End of fiber pada OTDR ditandai dengan adanya daya <3 dB (dapat disesuaikan dengan menset) yang berfluktuasi. OTDR, pulse width, dispersi, rise time merupakan domain waktu, sedangkan bandwidth, merupakan domain frekuensi.
2.   Power Meter
Power meter optical adalah peralatan penting untuk pengukuran daya dalam sistem komunikasi serat optik. Pengukuran daya adalah salah satu dasar banyak pengukuran serat optik. Nilai untuk pengukuran rugi -rugi dengan daya pada kirim (sumber) atau daya pada akhri penerima yang berbeda – beda. Jenis optical power meter  menggunakan bahan semikonduktor photodetector  sepertiSilicon (Si), Germanium (Ge), atau Indium Gallium Arsenide (InGaAs), tergantung pada panjang gelombang yang digunakan. Si detector digunakan pada daerah panjang gelombang 850 nm, sedangkan Ge dan InGaAs detector adalah jenis yang digunakan pada daerah panjang gelombang 1310 and 1550 nm.
sumebr : Diktat Perkuliahan USU

Ide Perataan Penguatan EDFA menuju Doktoral Optoelektronika & Laser

Suasana Acara
Universitas Indonesia menghasilkan seorang Doktor baru yakni Sholeh Hadi Pramono. Melalui disertasi yang berjudul “Metode Perataan Penguatan Erbium Doped Fiber Amplifiers (EDFA) C-Band pada Panjang Gelombang ITU-Standard yang digelar Rabu (1/7) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Disertasi tersebut membawa Sholeh Hadi mendapat gelar Doktor Optoelektronika dan Aplikasi Laser.
Di hadapan sidang terbuka Senat Akademik UI di bawah pimpinan dekan FT UI, Prof Dr.Ir Bambang Sugiarto M.Eng., Sholeh Hadi berhasil meraih yudisium dengan sangat memuaskan.


Bertindak sebagai promotor Prof Dr. Ir. Made Sardy S. M.Eng dan ko-promotor Dr. Ary Sayhrial. Dalam acara promosi doktor itu tampak hadir pimpinan Politeknik Negeri Jakarta, Fakultas Teknik Universitas Al-Azhar serta Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).



Pria kelahiran Kediri, 28 Juli 1958 menjelaskan isi disertasinya, perataan penguatan untuk spektrum C-Band dapat dicapai dengan cara mengatur daya sinyal masukan. Penelitiannya sangat bermanfaat bagi transmisi informasi khususnya dalam jumlah kanal yang banyak secara bersamaan serta jaringan internet. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kualitas sinyal dilihat dari ada dan tidak adanya intersymbul interenfe (ISI) yang terjadi akibat dispersi sinyal.
Tim Penguji


EDFA sebagai penguat optik dapat menghasilkan suatu penguatan pada spektrum panjang gelombang 1530-1560nm (C-Band). “Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mendapatkan kerataan penguatan yang dihasilkan EDFA”, ujar Sholeh Hadi Pramono.

damapk sianr violet bagi kesehatan

Dampak Sinar Violet Bagi Kesehatan


Fakta yang diketahui, bahwa sinar ultraviolet dapat menyebabkan penuaan kulit dini dan kanker kulit. Ini adalah premis bagi evolusi dan popularitas teknologi. Tapi selain itu, apakah Anda tahu bahwa sinar UV juga memiliki efek positif pada tubuh? Jadi apa sebenarnya sinar UV dan bagaimana mereka secara positif dan secara negatif mempengaruhi Anda?
Sinar UV umumnya berasal dari matahari. Mereka memiliki tingkat energi yang sangat tinggi dan tidak terlihat dengan mata telanjang karena mereka adalah radiasi elektromagnetik yang dapat ditemukan di luar spektrum violet, maka namanya disebut ultraviolet.
Pengaruh Negatif Sinar UV
Kulit selalu menjadi daerah yang paling terkena dampak ketika terkena langsung sinar UV. “Erythmea” adalah salah satu efek yang paling umum jika terlalu banyak terkena sinar UV. Hal ini biasa kita kenal sebagai sengatan matahari. Hal ini terjadi ketika kulit rusak dengan menyerap energi dari sinar UV. Kulit manusia memiliki kemampuan alami untuk melawan ini dengan mengirimkan beberapa jumlah tambahan darah ke kulit yang rusak dalam upaya untuk memperbaikinya. Ini adalah alasan mengapa kulit terbakar jika terkena sinar matahari dan tampaknya berwarna kemerahan di atasnya. Orang dengan kulit gelap memiliki tingkat melanin yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berkulit putih.
Penuaan adalah efek yang paling terkenal dari dampak sinar UV pada kulit. Penelitian telah menunjukkan bahwa banyak gejala umum yang terkait dengan penuaan seperti keriput dan melonggarkan kulit mungkin berhubungan dengan paparan sinar UV dan bukan hanya sekedar proses penuaan.

Efek yang paling ditakuti dari paparan sinar UV adalah kanker kulit juga dikenal sebagai Melanoma. Yang sangat berbahaya.
Pengaruh Positif Sinar UV
OK, cukup dari efek-efek negatif. Studi juga menunjukkan bahwa sinar ultraviolet juga dapat sangat membantu bagi manusia. Berikut adalah fakta-fakta:
1. Sinar UV sangat penting karena tubuh kita tidak dapat memproduksi vitamin D tanpa itu. Vitamin D membuat tulang kita kuat dan melindungi tubuh kita dari penyakit seperti Rakhitis. Hal ini membantu dalam pertarungan saraf dan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit seperti kanker dan diabetes.
2. Sinar UV dapat menurunkan tekanan darah.
3. Sinar UV juga dapat menurunkan LDL yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat.
4. Di bidang medis Radiasi UV juga digunakan dalam terapi untuk mengobati penyakit-penyakit ringan seperti psoriasis dan berbagai vitiligo.
5. Dapat digunakan juga dalam pemurnian udara dengan Iradiasi kuman UVGI atau Ultraviolet
Ada berbagai manfaat untuk kesehatan dan bahkan telah baru-baru ini terbukti melalui penelitian ilmiah yang valid bahwa sinar UV dapat membantu menyembuhkan orang dari beberapa jenis gangguan tidur seperti mendengkur.
Kuncinya di sini adalah seberapa banyak Anda terkena dan menggunakan manfaat sinar UV ini.  Ada kebaikan dalam sifat sinar UV tapi juga banyak yang dapat membahayakan tubuh manusia
(sumber: Tips Kesehatan)

media transmisi serta optik

Media Transmisi Serat Optik

Serat optic adalah material fleksibel dan tipis, terbuat dari serat kaca murni, sehingga meskipun kabel mempunyai panjang sampai beratus2 meter, cahaya masih dapat dipancarkan dari ujung satu ke ujung lainnya. Helai serat kaca tersebut didesain sangat halus,ketebalannya kira-kira sama dengan tebal rambut manusia. Helai serat kaca dilapisi oleh 2 lapisan plastik (2 layers plastic coating) dengan melapisi serat kaca dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar serat kaca.
Gambar Kabel Serat Optik dan Proses Pemantulan Cahaya di Dalamnya


Dari gambar 28 tampak bagian dari serat optic, yakni bagian terdalam (core) terdiri dari satu atau lebih serat yang sangat tipis dengan diameter 8-100 μm. kemudian bagian yang mengelilingi core, disebut cladding, terbuat dari lapisan plastik atau gelas dengan sifat optic yang berbeda dari core ,berfungsi untuk menjaga agar cahaya tidak keluar. Bagian terluar adalah jaket yang mengelilingi satu atau lebih cladding, terbuat dari bahan palstik atau lainnya. Bagian ini menjaga kabel dari kondisi lingkungan sekitar seperti kelembaban, abrasi, dan benturan. Kabel serat optic mempunyai keunggulan dalam hal: redaman sangat kecil, tahan terhadap derau, bandwidth yang sangat besar, sukar untuk di „tap‟ tanpa merusakkannya, tidak ada korosi, lebih ringkas dan ringan dibandingkan dengan kabel kawat. Sedangkan kelemahannya adalah: hanya bias dibengkokkan pada radius yang terbatas, di luar itu, cahaya tidak bisa smpai di ujung lainya, atau bahkan patah. Kabel serat optic juga sangat sulit untuk disambung, getaran mekanik dapat menimbulkan sinyal derau. Kabel fiber optik modern dapat membawa sinyal digital dengan jarak kurang lebih 60 mil (sekitar 100 Km). Pada jalur distribusi jarak jauh biasanya terdapat peralatan tambahan (equipment hut) setiap 40-60 mil,yang berfungsi pick-up equipment yang akan menampung, menguatkan sinyal, dan kemudian me- retransmit-kan sinyal ke equipment selanjutnya.

cahaya

Cahaya seperti suara adalah sebuah gelombang yang memindahkan energy tanpa disertai pemindahan massa. Cahaya sangat penting untuk seluruh kehidupan di bumi karena seluruh kehidupan di bumi membutuhkan energy dari matahari yang ditransfer ke bumi dalam bentuk cahaya. Cahaya itu digunakan tumbuh-tumbuhan untuk mensisntesis karbohidrat dari karbon dioksida dan air.
Cahaya juga diperlukan oleh binatang untuk memperoleh informasi penting dari lingkungannya. Binatang-binatang besar memiliki mekanisme yang komplek yang terus menerus untuk mendeteksi cahaya, meskipun binatang-binatang dengan perbedaan sejarah evolusi seperti arthropoda dan kordata.memiliki perkembangan alat pendeteksi cahaya yang sangat berbeda. Tidak seperti suara, cahaya tidak memiliki dasar dalam mekanika. Suara adalah vibrasi dari elemen-elemen udara oleh aksi gaya mekanik. Sebuah gelombang cahaya bukanlah vibrasi dari suatu substansi material tertentu dan sifat-sifatnya tidak dapat diturunkan dari mekanika. Cahaya adalah fenomena fundamental yang berbeda yang tidak memiliki dasar dalam mekanika.
Sifat cahaya
Sifat gelombang dari cahaya
Telah diketahui oleh aristoteles (384-322 sebelum masehi) bahwa suara disebabkan oleh vibrasi udara. Pengetahuan ini kemungkinan di dasarkan pada pengamatan bahwa music dihasilkan oleh vibrasi dawai. Pada kenyataannya mempelajari hubungan antara bunyi-bunyi music dan panjang dari vibrasi dawai telah dikembangkan dengan baik pada masa sebelum masehi atau dunia kuno. Tentunya, keterangan yang cukup tentang gelombang suara tidak mungkin hingga ke jamannya Newton.
Walaupun tidak mengetahui sifat dasar dari cahaya pada jaman Newton, dia bersepekulasi bahwa cahaya adalah gelombang sama seperti suara. Christian Huygen ((1629-1695) yang hidup pada waktu yang sama dengan newton mengembnagkan sebuah teori gelombang tentang cahaya, tapi Newton sendiri menyokong sebuah teori bahwa cahaya tersusun dari partikel-partikel tak bermasa (corpuscles). Hipotesis Newton bahwa partikel tak bermasa ini bergerak melalui ruang dengan kecepatan konstan dan ada perbedaan tipe dari partikel tak bermasa untuk masing masing warna. Dia keberatan tentang teori gelombang dari cahaya, tidak seperti suara yang tidak kelihatan bengkok di sekitar sudut.
Gelombang alamiah dari cahaya akhirnya ditetapkan dengan eksperimen dan demonstrasi yang terus menerus menurut prinsip superposisi. Eksperimen eksperimen ini di kerjakan oleh Thomas Young. Dan dilanjutkan oleh Augustin Fresnel.

Elektromagnetik dari cahaya
Ketika pembelajaran cahaya telah mengalami kemajuan, penemuan penting telah dibuat dalam medan listrik dan medan magnet. Hukum-hukum dasar listrik dan magnet yang telah ditemukan pada pertengahan abad Sembilan belas. Dimana formulasi teori matematika yang konfrehensif oleh James clerk Maxwell. Dari teori ini Maxwell meramalkan bahwa akan ada gelombang elektromagnetik yang terdiri dari osilasi medan listrik dan medan magnet yang menyebar dalam ruang dengan kecepatan tertentu. Menurut teori Maxwell kecepatan ini diberikan oleh konstanta
listrik yang dimasukan ke dalam teori. Ketika Maxwell menghitung kecepatan gelombang elektromagnetik dari konstanta ini dia menemukan bahwa sebanding dengan kecepatan cahaya. Teori Maxwell sukses besar menetapkan bahwa cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik. Sekarang para fisikawan sangat mengenal gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 10-17 m sampai 104 m. hanya gelombang yang memiliki panjang gelombang antara 4. 10-7 dan 7.10-7m yang dapat dideteksi dengan mata manusia yang disebut dengan cahaya tampak. Gelombang yang memiliki panjang gelombang lebih panjang atau lebih pendek dari panjang gelombang cahaya tampak memiliki nama tersendiri, seperti gelombang radio, gelombang mikro, infra merah, ultraviolet dan sinar- x.
Kecepatan cahaya
Tambahan pertanyaan untuk sifat-sifat alamiah cahaya adalah tentang kecepatannya. Dalam tahun 1600 ,Galileo mencoba dan gagal untuk mengukur kecepatan cahaya dengan sebuah eksperiment crude. Dalam tahun 1676 Ome romer (1644-1710) diperoleh nilai pendekatan pertama dari kecepatan cahaya. Yang didasarkan pada gerakan bulan pada Jupiter yang bergantung pada jarak antara Jupiter dan bumi. Akantetapi hasilnya tidak diterima secara umum. Hingga sampai pertengahan abad ke Sembilan belas eksperimen pengukuran kecepatan cahaya

secara langsung diperoleh. Pengukuran pertama dilakukan pada tahun 1849 oleh Arman hippolyte Louis fizeau (1819-1896) yang menggunakan modifikasi dari pengukuran Galileo. Galileo menempatkan dua asisten yang masing masing memebawa lentera yang berjarak tertentu. Asisten A akan membuka lenteranya dan asisten B disuruh untuk membuka lenteranya ketika ia melihat cahaya dari lentera A. Galileo mencoba untuk menghitung waktu yang diperlikan oleh cahaya A sampai ke B dan kembali lagi ke A. jarak antara A dan B adalah 5 mi tetapi waktunya hanya 5.10-5 sekon yang mana terlalu kecil untuk Galileo mendeteksi. Fizeau mengganti asisten B dengan cermin sehingga seketika itu juga cahaya akan dibalikkan ke A tanpa adanaya pengurangan waktu. Asisten A digantikan oleh sebuah perputaran gigi roda yang ada didepan sumber cahaya, sehingga ketika roda berputar sehingga secara otomatis cahaya akan dikirim ke cermin. Kecepatan rotasi roda meningkat hingga pengamat di belakang roda tidak dapat melihat pantulan dari cahaya. Ini terjadi ketika waktu yang diperlukan oleh cahaya untuk bergerak dari roda ke cermin dan kembali lagi sebanding dengan waktu yang diperlukan roda untuk bergerak dari satu gigi ke gigi berikutnya. Dari pengetahuan jarak antara roda dan cermin dan kecepatan rotasi dari roda fizeau dapat menghitung kecepatan cahaya. Sejak pengukuran pertama yang dilakukan oleh fizeau, kecepatan cahaya telah diukur secara berulang-ulang dengan peningkatan akurasi yang tinggi. Kecepatan cahaya di ruang vakum adalah c = 3.108 m/s. symbol c selalu digunakan untuk kecepatan cahaya di ruang vakum. Kecepatan cahaya di dalam bahan transparan lebih rendah daipada kecepatan cahaya di ruang vakum. Rasio antara kecepatan cahaya di dalam vakum dengan kecepatan cahaya di bahan transparan disebut indek bias.

gelombang micro (microwave)

Gelombang Mikro (Microwave)

Gelombang mikro  (microwave) adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency, SHF), yaitu di atas 3 GHz (3x109 Hz).  Gelombang ini tidak dapat dilihat dengan mata kita, karena panjang gelombang yang sangat pendek (walaupun sangat kecil dibanding gelombang radio),  dan jauh lebih besar daripada panjang
gelombang cahaya (di luar spektrum sinar tampak). Keduanya sama-sama terdapat dalam spektrum gelombang elektromagnetik.
Panjang gelombang cahaya berkisar antara 400-700 nm (1 nm = 10-9 m); sedangkan kisaran panjang gelombang mikro sekitar 1-30 cm (1 cm = 10-2m).



Radio Sebagai Nenek Moyang Microwave Bentuk awal radio lebih dikenal sebagai'wireless telegraphy' (telegrafi tanpa kabel). Istilah ini didapat karena pada masa itu (sekitar tahun 1900-an) masyarakat menganggap bahwa radio adalah suatu bentuk penyempurnaan dari telegraf. Teknologi ini digunakan untuk mengirim pesan dari suatu lokasi ke lokasi lain (point-to-point). Saat ini kita lebih mengenalnya sebagai
radio telephony (bentuk telepon tanpa kabel) dan radio broadcasting (transmisi dari suatu stasiun pemancar ke berbagai tempat di dunia).
Penggunaan teknologi point-to-point dan radio broadcasting semakin lama semakin luas. Tetapi penggunaan gelombang radio yang termasuk long waves ini mendapatkan suatu masalah. Semakin banyak stasiun radio yang beroperasi, semakin besar kemungkinan terjadinya interferensi gelombang. Untuk menghindari ini, masing-masing stasiun radio diberikan frekuensi khusus untuk menyiarkan programnya. Tetapi lama-kelamaan terjadiovercrowding seiring dengan semakin bertambahnya stasiun radio yang memancarkan siarannya.Ini mendorong para investor untuk memperbesar jangkuannya. Perusahaan-perusahaan besar mulai mencoba menggunakan wireless telephony untuk hubungan internasional antara Amerika Serikat dan Eropa. Saat melakukan penelitian untuk proyek-proyek besar itulah, mereka menemukan bahwa untuk jangkauan sedemikian luas dibutuhkan gelombang yang lebih pendek dari gelombang radio yang biasa mereka gunakan. Gelombang yang lebih pendek juga memungkinkan berkurangnya masalah overcrowding dan memberi kesempatan bagi penggunaan frekuensi yang sama untuk wilayah yang letaknya berjauhan tanpa terjadi interferensi (karena gelombangnya semakin melemah setelah beberapa ratus kilometer). Gelombang ini kemudian dikenal sebagai gelombang medium (medium waves). Salah satu contohnya adalah gelombang radio AM. 

Dipersenjatai dengan berbagai peralatan yang canggih, para peneliti menemukan bahwa gelombang yang lebih pendek lagi mampu berkeliaran ke seluruh dunia secara lebih baik lagi. Short waves atau gelombang pendek ini memiliki panjang gelombang sekitar 10-100 m. Frekuensinya sekitar 3-30 MHz. Gelombang ini memungkinkan transmisi dari suatu lokasi ke lokasi lain yang berada di belahan dunia lain, hanya dengan menggunakan sumber tenaga beberapa Watt saja (sangat murah!). 

Berdasarkan penemuan ini, peneliti-peneliti jadi semakin penasaran. Apa 
yang bakal didapatkan jika mereka bisa menggunakan gelombang yang bahkan lebih pendek lagi dari short waves ini? Itu kan berarti gelombangnya lebih pendek dari 10 m dan frekuensinya lebih tinggi dari 30 MHz! Dimulailah eksperimen-eksperimen untuk mendapatkan ultra-short waves atau microwaves.
1.        Matahari, walaupun sebagian besar gelombang mikro terhalang oleh atmosfer bumi.
2.   Alat tabung vakum, cara kerjanya dengan menggunakan gerakan balistik electron dalam ruang hampa yang dipengaruhi oleh medan listrik.
Perangkat ini bekerja dalam modus kepadatan dimodulasi. Ini berarti bahwa komponen-komponen tadi bekerja atas dasar kumpulan elektron terbang ballistik melalui mereka, dengan menggunakan aliran kontinyu. 
3.   Sumber microwave yang membutuhkan energi kecil seperti tunnel diodes, Gunn diodes and IMPATT diodes.
4.      Maser, amplifier (penguat) yang membentuk gelombang elektromagnetik koheren disebabkan oleh emisi buatan.
maser adalah perangkat yang mirip dengan laser, yang menguatkan energi cahaya dengan merangsang radiasi yang dipancarkan. maser ini, memperkuat energi cahaya, memperkuat frekuensi yang lebih rendah, panjang gelombang microwave.
Pemanfaatan gelombang elektromagnetik sangat luas dalam kehidupan sehari hari. Pemanfaatan gelombang elektromagnetik tersebut terutama untuk keperluan telekomunikasi. Berikut akan diuraikan secara khusus tentang pemanfaatan gelombang mikro:
1.Pemanasan
Gelombang mikro mempunyai energi yang sangat besar, karena frekuensinya yang sangat besar. Hal itu dapat kita ketahui dari persamaan E=hf, sehingga gelombang mikro dapat menghasilkan kalor yanga besar. Kita tentu tidak asing dengan nama microwave oven yang sehari-hari kita pakai untuk memanaskan makanan. Microwave oven menggunakan gelombang mikro dalam band frekuensi sekitar 2.45 GHz. Prinsip Dasar
Microwave adalah sebuah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 1 milimeter sampai 1 meter dan berfrekuensi antara 300 megahertz sampai 300 gigahertz. Oven adalah sebuah peralatan dapur yang digunakan untuk memasak atau memanaskan makanan. Microwave oven adalah adalah sebuah peralatan dapur yang menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memasak atau memanaskan makanan.
2. Telekomunikasi
Bagi yang senang memanfaatkan fasilitas hotspot tentunya tidak asing dengan WiFi yang menggunakan band frekuensi ISM. Begitu juga yang gemar menggunakan bluetooth untuk transfer file antara handphone atau handphone dnegan komputer. Operator telekomunikasi juga memanfaatkan gelombang mikro untuk komunikasi antara BTS ataupun antara BTS dengan pelanggannya. di Eropa khususnya di Jerman sudah jarang terlihat penggunaan gelombang mikro untuk komunikasi dengan metode WDM antara BTS dengan BSC. Jaringan backbone komunikasi sudah memakai jarinagn fiber optis. Untuk komunikasi ke end user pada sistem selular tetap menggunakan gelombang mikro. Untuk di indonesia pada tower2 operator telekomunikasi sangat sering kita jumpai antena directional untuk komunikasi antara BTS . Untuk komunikasi ke end user operator GSM di indonesia memakai frekuensi di sekitar 800 MHz, 900MHz dan 1800MHz.

3. Radar
Radar merupakan pemanfaatan gelombang mikro pada rentang frekuensi 3 GHz. Radar adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. Antena radar dapat bertindak sebagai pemancar dan penerima gelombang elektromagnetik. Waktu antar transmit dan receive itu yang dipergunakan untuk mengitung jarak objek tersebut. pada sistem radar, pengolahan sinyal memainkan peranan yang penting untuk mengurangi interferens. Radar memancarkan dan menerima sinyal pantulan secara bergantian dengan sistem switch. Sisem kerja radar ini diterapkan pada sistem GPS. Setiap satelit secara periodis mengirimkan pesan yang isinya adalah waktu pengiriman pesan dan informasi orbit satelit. Receiver GPS akan menghitung jarak receiver dengan setiap satelit yang mengirimkan pesan – pesan tersebut. Dengan membandingkan jarak antara beberapa satelit ini dapat ditentukan letak GPS receiver tersebut.